Persiapan awal kehamilan

Mempersiapkan kehamilan

Kehamilan adalah sebuah tonggak besar dalam kehidupan seorang wanita. Jika Anda sudah mengambil keputusan dan siap hamil, Anda perlu melakukan dan mempersiapkan beberapa hal, mulai dari berbicara (diskusi) dengan pasangan untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan serta mendidik dan mengasuh anak. Hal penting lainnya adalah persiapan. Apakah tubuh Anda sudah siap hamil? Untuk memastikan bahwa tubuh Anda benar-benar siap untuk hamil, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Berhenti menggunakan alat kontrasepsi

Bagi Anda yang menggunakan kontrol kehamilan seperti pil KB, spiral, atau yang lainnya, maka kontrol kehamilan tersebut harus berhenti digunakan. Jika Anda menggunakan pil KB misalnya, biasanya Anda akan mendapatkan menstruasi pertama–dua minggu kemudian.

Ketika periode menstruasi Anda dimulai, maka siklus kesuburan juga akan segera dimulai. Beberapa wanita bisa hamil sesaat setelah berhenti menggunakan alat pengontrol kehamilan, namun beberapa orang kadang-kadang membutuhkan waktu selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun.

2. Penuhi kebutuhan vitamin (nutrisi)

Suatu hal yang sangat penting dalam mempersiapkan kehamilan adalah memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh. Dorong diri Anda untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung vitamin, atau jika perlu, konsumsilah multivitamin. Akan lebih baik jika Anda secara khusus bisa mengkonsumsi vitamin prenatal yang memang sudah diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kehamilan.

Mulailah sedini mungkin untuk memenuhi kebutuhan gizi, terutama asam folat. Memenuhi kebutuhan gizi sejak prenatal akan membantu Anda menghindari kekurangan gizi selama awal-awal kehamilan. Para ahli meyakini dan percaya, cara terbaik untuk mempersiapkan gizi kehamilan harus dimulai setidaknya sejak 3 bulan sebelum hamil.

3. Penuhi kebutuhan asam folat

Selain vitamin, Anda membutuhkan asam folat (suplemen tambahan) yang manfaatnya adalah untuk mencegah cacat tabung saraf selama kehamilan. Pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya, antara 400-800 mikrogram asam folat per hari.

Banyak vitamin prenatal yang biasanya sudah mengandung asam folat. Jadi, cobalah untuk selalu memeriksa label vitamin yang Anda konsumsi. Biasanya, setelah hamil, Anda dianjurkan oleh bidan atau dokter untuk mengkonsumsi lebih banyak lagi makanan yang mengandung asam folat.

4. Jalani gaya hidup sehat

Ubah gaya hidup Anda sedini mungkin. Dan jika Anda berencana hamil, segera setelah Anda membuka keran kehamilan, saat itu juga Anda harus mulai memperlakukan diri layaknya seperti orang hamil. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan di antaranya adalah:

Makanlah dengan benar. Hindari junk food dan konsumsilah makanan bergizi yang terdiri atas:

  • Sayur
  • Biji-bijian (whole grain)
  • Kacang-kacangan
  • Buah-buahan
  • Daging dan ikan
  • Berhentilah merokok jika Anda merokok. Jika suami merokok, Mintalah ia untuk berhenti. Jika tidak bisa berhenti, minta ia agar tidak merokok di dekat Anda.
  • Berlatih atau berolahraga secara rutin setidaknya 30-60 menit setiap hari. Anjurannya, minimal Anda harus melakukan 150 menit aktivitas moderat (olahraga atau latihan dengan total waktu 150-300 menit per minggu. Mulailah dari hal-hal yang ringan seperti jalan kaki selama 10-15 menit per hari.

5. Periksakan diri dan konsultasi ke dokter

Dokter atau bidan bisa membantu Anda mempersiapkan kehamilan (prenatal). Berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter harus dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang berkaitan dengan kondisi fisik dan kesehatan.

Kunjungilah dokter untuk memeriksa darah, kadar kolesterol, dan lain-lain. Kunjungan ini sangat penting untuk mengetahui apakah Anda memiliki masalah tertentu yang bisa mempengaruhi kesehatan (Ibu) maupun janin selama kehamilan.

6. Periksa kembali vaksinasi Anda

Ada banyak bentuk vaksinasi yang mungkin saja sudah kadaluarsa atau sudah kehilangan kemampuannya di tubuh Anda. Seperti vaksin tetanus, rubella, flu, dan lain-lain. Walaupun tidak bisa mencegah, namun vaksin bisa memperkuat tubuh Anda dan bayi terhadap efek atau bahaya yang bisa ditimbulkan oleh berbagai macam penyakit, seperti rubella hingga tetanus.

7. Hindari paparan toksin

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering bersinggungan dengan berbagai bahan kimia dan racun yang dapat mempengaruhi perkembangan bayi. Mulailah mengurangi paparan racun-racun yang bisa berbahaya bagi bayi, seperti:

  • Wewangian sintetis
  • Pestisida dari buah maupun sayur
  • Berhentilah menggunakan layanan kecantikan tertentu
  • Rawatlah tubuh dan kecantikan dengan produk perawatan alami yang bebas bahan kimia
  • Bersihkan rumah dan lingkungan
  • Hindari asap rokok
  • Kurangi paparan polusi
  • Hindari menggunakan make up yang mengandung mercury, paraben, hingga sodium laureth sulfate.

8. Manajemen stress

Stres bisa mempengaruhi kondisi tubuh–ringan hingga ekstrem. Ada banyak hal negatif yang bisa dipicu oleh stres, mulai dari kesulitan hamil, keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), dan lain-lain.

Kesuburan dan hubungan seksual

Jika Anda ingin hamil, maka Anda maupun pasangan harus subur. Oleh sebab itu, ketika merencanakan kehamilan, Anda wajib mengunjungi dokter untuk memeriksakan diri dan pasangan.

Sejak siklus menstruasi pertama, tubuh Anda akan mulai melepaskan hormon perangsang folikel atau yang disebut Follicle Stimulating Hormone, yang akan membuat telur di dalam ovarium Anda tumbuh.

Rata-rata siklus menstruasi terjadi antara 28-35 hari. Dan ovulasi biasanya terjadi di tengah-tengah antara waktu tersebut. Misalnya pada hari ke 14 atau pada hari ke 21.

Sebuah hormon yang disebut luteinizing hormon dapat memicu pelepasan telur yang paling matang. Pada saat yang sama, biasanya lendir serviks akan meningkat (berfungsi sebagai pelicin), lendir ini akan membantu sperma dalam melakukan perjalanan hingga sampai bertemu telur.

Setiap wanita dilahirkan dengan membawa, antara 1.000.000-2.000.000 telur. Tetapi hanya 300 s/d 400 telur saja yang akan dilepas (ketika ovulasi) selama hidup mereka. Umumnya, telur tersebut hanya dilepas satu buah per bulannya.

Jika pembuahan tidak terjadi dalam 24 jam setelah telur dirilis, biasanya telur akan meninggalkan ovarium dan kemudian larut (dalam bentuk menstruasi). Sebaliknya, sperma bisa hidup selama 3-5 hari. Oleh sebab itu, Anda wajib tahu kapan waktunya Anda ber-ovulasi.

Agar bisa hamil, waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya adalah, antara 1-2 hari sebelum dan setelah ovulasi. Jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari, biasanya ovulasi terjadi pada hari ke 14. Di hari-hari tersebut, mulai dari 2 atau 3 hari sebelum hari ke 14, dan 2 atau 3 hari setelah hari ke 14 adalah peluang terbaik Anda.

Cara meningkatkan kesuburan wanita dan pria

Untuk meningkatkan kesuburan Anda maupun pasangan, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Biasakan memenuhi gizi setiap hari dengan makan “empat sehat lima sempurna,” yang akan memenuhi kebutuhan protein, zat besi, folat, vitamin C, dan vitamin D.
  • Kurangi mengkonsumsi kafein atau hindari sama sekali. Karena kafein dapat mempengaruhi tingkat hormon wanita dan bisa menyebabkan Anda kesulitan hamil.
  • Perhatikan berat badan Anda. Jika Anda kelebihan bobot, segeralah berolahraga dan konsumsilah makanan sehat (organik) yang banyak mengandung serat untuk memperlancar pencernaan dan untuk membantu membakar sejumlah lemak. Kelebihan berat badan dapat mengurangi kesuburan seorang wanita.
  • Cuci bersih makanan (sayur dan buah-buahan) agar kandungan pestisida yang menempel bisa diminimalisir. Menurut ahli, pestisida dapat mempengaruhi kesuburan pria dan wanita dengan cara menghambat fungsi ovarium dan mengganggu siklus menstruasi. Pestisida juga dapat mempengaruhi jumlah sperma pria.
  • Menurut Center for Disease Control, radiasi, nitrous oxide, hingga berbagai jenis bahan kimia industri dapat mengganggu siklus menstruasi dan mengurangi kesuburan. Jadi, selain memperhatikan lingkungan, perhatikan juga tempat kerja Anda.
  • Berhentilah merokok jika Anda adalah perokok aktif (pria maupun wanita). Dan hindarilah asap rokok jika Anda adalah perokok pasif (suami merokok).
  • Konsumsilah makanan yang bisa meningkatkan kesuburan seperti:
  1. Kacang-kacangan
  2. Ubi jalar
  3. Beralihlah ke susu rendah lemak
  4. Buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C serta antioksidan
  5. Daging tanpa lemak
  6. Makanan yang mengandung DHA dan omega 3 seperti ikan salmon atau ikan tuna
  7. Telur
  8. Keju
  9. Karbohidrat kompleks seperti kentang atau jagung
  10. Buah dan sayuran berwarna cerah
  11. Daging merah seperti daging sapi
  12. Sayuran berwarna hijau
  13. Biji bunga matahari
  14. Minyak zaitun
  • Ketahui siklus menstruasi Anda
  • Aktiflah secara seksual
  • Berhentilah menggunakan pelumas seksual, termasuk yang alami dengan menggunakan ludah atau minyak zaitun. Jika terpaksa, gunakan pelumas yang ramah sperma
  • Hindari menggunakan sabun kewanitaan untuk Miss V karena dapat mempengaruhi tingkat PH rahim
  • Carilah ketenangan dan hindari stress
  • Periksakan kesehatan pasangan Anda (suami)

Kenali segala sesuatu yang bisa mengurangi tingkat kesuburan seperti:

  • Usia di atas 35 tahun atau 40 tahun
  • Pada pria:
  1. Penyakit cacat genetik, fungsi testis yang tidak normal, diabetes, infeksi klamidia, gonore, gondok, hingga HIV dapat mengurangi kualitas dan jumlah sperma
  2. Penyakit seksual seperti ejakulasi dini, penyakit genetik tertentu, fibrosis, hingga penyumbatan testis juga dapat menyebabkan sperma pria berkurang
  3. Faktor lingkungan seperti pestisida, merokok, alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, penggunaan antibiotik, penggunaan steroid anabolik, hingga anti-hipertensi, dapat mempengaruhi kesuburan
  4. Kanker dan pengobatan kanker seperti radiasi atau kemoterapi juga bisa mengganggu produksi sperma
  • Pada wanita:
  1. Sindrom Ovarium Polikistik bisa mengganggu kesuburan mereka
  2. Kelainan serviks atau rahim
  3. Kerusakan tuba fallopi atau jika terdapat penyumbatan
  4. Endometriosis
  5. Insufisiensi ovarium primer atau menopause dini
  6. Adhesi panggul atau jika terdapat jaringan parut yang mengikat organ–setelah mengalami infeksi panggul, usus buntu, atau berbagai bentuk pembedahan pada perut maupun panggul
  • Kelebihan berat badan
  • Jarang berolahraga
  • Terlalu banyak stress
  • Sering kelelahan
  • Hindari menggunakan obat-obatan yang tidak diresepkan oleh dokter
  • Hindari tempat bersuhu tinggi (panas)
  • Batasi asupan kafein, atau hindari sama sekali
  • Hindari melakukan latihan ekstrem atau berat seperti angkat beban yang berlebihan

Tips memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan

Memenuhi kebutuhan nutrisi sangat penting selama kehamilan. Tidak hanya untuk ibu, melainkan juga untuk bayi yang ada di dalam rahim. Nutrisi sangat penting tidak hanya untuk memastikan bahwa bayi berkembang dengan baik di dalam rahim, melainkan juga penting peranannya dalam membantu tumbuh kembang anak setelah dilahirkan.

Selama kehamilan, ibu wajib memenuhi kebutuhan nutrisi dengan cara:
  • Konsumsi kalori tambahan, maksimal hingga 300 kalori dalam setiap trisemester
  • Penuhi kebutuhan kalsium minimal 1200 mg per hari
  • Folat 600-800 mikrogram per hari
  • Zat besi 27 mg per hari
Beberapa makanan yang wajib dikonsumsi selama kehamilan di antaranya adalah:
  • Biji-bijian yang bisa bermanfaat sebagai sumber energi
  • Buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan, serat, vitamin yang larut dalam air, dan lemak larut
  • Daging, kacang-kacangan, dan berbagai makanan yang banyak mengandung protein, asam folat, hingga zat besi
  • Produk susu dan susu yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber kalsium maupun vitamin D
  • Penuhi juga kebutuhan protein dari ikan yang banyak mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan salmon atau ikan tuna
Beberapa sumber asam folat di antaranya adalah:
  • Hati
  • Telur
  • Kacang kering atau lentil
  • Sayuran berdaun hijau gelap

Makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan

Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan atau yang perlu dikurangi.

  • Daging mentah atau setengah matang, termasuk daging ikan dan kerang. Karena banyak mengandung bakteri berbahaya seperti bakteri coliform, bakteri toxoplasmosis, hingga salmonella
  • Daging deli (beresiko) terkontaminasi listeria penyebab keguguran
  • Ikan yang banyak mengandung mercury seperti: ikan hiu, ikan todak, king mackerel, hingga tilefish
  • Hindari terlalu banyak makan nanas dan pepaya mentah pada awal-awal kehamilan hingga minggu ke-12
  • Seafood asap
  • Ikan yang berpotensi terkena polutan industri
  • Kerang mentah atau yang tidak terbuka cangkangnya setelah dimasak
  • Telur mentah
  • Keju dan susu yang tidak dipasteurisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *